Alasan Pabrik Smartphone Samsung Angkat Kaki dari China

  • Whatsapp

Selama ini China dikenal sebagai tempat produksi elektronik termasuk smartphone. Tapi kabar mengejutkan datang dari Samsung yang malah memutuskan untuk menutup pabrik smartphone-nya di China. Kira-kira, apa alasan yang membuat perusahaan teknologi asal Korea Selatan ini menutup pabriknya di China?

Dilansir dari GSM Arena, hal ini dilakukan karena Samsung merasa tidak dapat bersaing dengan vendor ponsel lain di negara tersebut. Pada tahun 2017 silam, pabrik di Huizhou yang baru saja ditutup memproduksi 64 juta smartphone dari produksi secara global sebesar 394 juta unit. Namun dari tahun ke tahun, pabrik tersebut semakin mengalami penurunan karena hanya mendapat 1 persen market share disana.

Menurut seorang analisis dari Cape Investment &  Securities, penurunan minat itu kemungkinan besar terjadi karena tumbuhnya sentimen nasionalisme di China, yang tengah mengalami perang dagang dengan Amerika Serikat. Sehingga warganya lebih memilih membeli brand dalam negeri ketimbang luar negeri. Sebelumnya di akhir tahun 2018, Samsung juga pernah menutup salah satu pabriknya yang ada di China tepatnya di Tianjin.

Btw, penutupan pabrik ini bukan berarti Samsung benar-benar musnah di China. Karena smartphone tersebut hanya menutup pabriknya, bukan sepenuhnya melepaskan diri dari masyarakat China. Mereka masih akan memasarkan produk-produk terbaru smartphone di negara tersebut. Tapi pengerjaan pembuatan smartphone-nya tidak dikerjakan sendiri, melainkan diserahkan pada perusahaan lokal untuk melakukan produksi.

Saat ini Samsung sudah bekerjasama dengan Jianxing Yongrui Elctron Technology. Salah satu smartphone yang telah diproduksi adalah Samsung Galaxy A10s dan Galaxy A6s. Btw, penutupan pabrik smartphone di China bukan hanya dilakukan oleh Samsung. Karena sebelumnya Sony lebih dulu pindah dari China ke Vietnam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *